Monday, March 25, 2024

Bahasa Inggris 5.0 (RPP, LKPD, Video dan Link Kuis Materi Narrative Text)

 

Hello selamat pagi educators hebad, 

Senin pagi nihhh, semoga semangat sehat dan bahagia siap jadi kaya raya dan masuk syurga. Allahuma Aamiin. Sambil menjadi Ibu pengawas (ASTS ya hehe), saya mau berbagi perangkat pembelajaran nih. Mungkin dan semoga bermanfaat untuk teman semua. 

Perangkat pembelajaran ini sudah saya praktikkan bersama anak-anak kelas 9. (ee kelas 9 kan mending latihan soal ASPD saja, mungkin ada yang pendapat gitu. Kalau saya ya tetep tak jak dolanan eh sinau sambi dolanan. Kalau latihan soal terus ndak myumet ya gaes). Ok, so long story short, saya ajak anak-anak kelas 9 untuk belajar bahasa Inggris materi fairy tale. Di sana, saya ajak anak-anak melakukan pre asesmen terlebih dahulu untuk ngecek pemahaman awal terkait narrative text. Linknya ada di sini Asesmen Awal Narrative.

Kemudian, mereka mempelajari 2 gambar fairy tale yang saya pasang di whiteboard (jangan tanya kenapa ga pakai LCD. Saya baru 2 bulan masuk ngajar kembali sudah menyaksikan 2 LCD projectors tetiba meninggal dunia pas saya pakai) Innalilahi semoga segera dapat ganti huhuhu. Setelah diskusi terkait gambar, seperti judul dan karakter-karakter di dalamnya. Setelah itu, mereka voting fairytale mana yang mereka suka. Dan menanglah PINOCCHIO. 

Setelah acara voting, maka akhirnya anak-anak bersiap nonton video pinocchio. Tapi seperti biasa di Background Knowledge of the Field, saya mengenalkan kata-kata kunci yang dipakai di teks. Anak-anak bisa mengakses Wordwall Di sini, siswa menjodohkan kata dalam Bahasa Inggris ke dalam Bahasa Indonesianya dan juga bisa mendengarkan cara pengucapan kata tersebut. 

Setelah mempelajari kata kunci, mereka melihat video Video Pinochio di Youtube Laily English (ngomong-ngomong, lama juga saya ga update konten YT, ada request pengen apa?)

Setelah itu ada aktivitas memahami informasi umum dan rinci dalam teks narrative tersebut. Lengkapnya skenario pembelajaran (RPP plus) saya bisa diakses di RPP Plus Narrative sedangkan LKPDnya ada di LKPD Pinocchio.

Ok, semoga manfaat dan berkah untuk semuanya ya. 
Kalau ada yang pengen belajar bikin video seperti di YT tadi, atau quiz2nya bs request ya. hehe. 

Ok selamat menempuh hari Senin yang konon dipercaya lebih dari 24 jam rasanya. 
Sampai jumpa...

Hwaiting!!!

Best,
Laily English

Thursday, March 21, 2024

Cara Buat Kuis dengan Quizziz AI

 


Sugeng siang educators semua, 

    Ada yang sering menggunakan game dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Bahasa Inggris? Biasanya game apa saja yang teman-teman gunakan? Boleh sharing-sharing donk. 

    Nah, kalau aku ada beberapa game yang biasa dipakai agar kelas tidak boring. Seiring canggihnya teknologi dan jumlah siswa yang membawa HP makin bertambah, saya mengajak mereka bermain game dengan HP. Ada banyak game yang bisa dimainkan dari Kahoot, Quizzizz, Wordwall, dll. Namun kesempatan kali ini saya akan sharing penggunaan Quizziz AI untuk membuat kuis di kelas.

    Saya yakin teman2 educators sudah kenal Quizziz dan pernah membuat quiz di platform ini, nah saya akan share bagaimana memanfaatkan fitur Quizizz AI pada postingan kali ini. Langsung saja steps nya sebagai berikut: 

1. Masuk ke quizziz.com 

2. Log in (apabila sudah punya akun) dan sign up apabila akan membuat akun baru. Lalu, silakan teman-teman bisa masuk dengan akun google teman-teman. 


3. Untuk membuat kuis baru, pilih CREATE di panel sisi kiri.


4. Setelah pilih CREATE, akan muncul pilihan QUIZ atau LESSON. Silakan klik QUIZ ya. Maka teman-teman akan diberi pilihan. Penggunaan AI bisa dilakukan dari menuliskan prompt saja. Pilih GENERATE FROM TEXT seperti di gambar ini.


5. Setelah itu, teman-teman tinggal menuliskan prompt yang sesuai. Misalkan "Create a quiz for comprehension question for Pinochio Story", Lalu tentukan target untuk kelas berapa, Mata pelajaran apa, dan jumlah soal. Lalu GENERATE QUESTION.


6. Selanjutnya, pilih tema soalnya misal terkait "theme" "plot" dan "characters" . Lalu GENERATE QUESTION.

7. Dalam hitungan detik (eh tergantung sinyal dink), soal-soalnya sudah terpampang di akun Quiziz kita. Selanjutnya, kita cek bahasanya. Apabila masih bahasa Indonesia maka kita ubah ke Bahasa Inggris dengan klik DIFFERENTIATE, lalu TRANSLATE LANGUAGE. Lalu, SAVE CHANGES.

Selain mengubah bahasa, menu DIFFERENTIATE juga bisa mengubah level membaca, dan lain-lain. 


8. Setellah jadi, pastikan teman-teman mengecek pertanyaan dan jawaban terlebih dahulu. Kalau belum cocok, kalian bisa mengedit itemnya. Kalau sudah cocok, silakan klik PUBLISH. Dan muncul tampilan seperti ini, kalian bisa menggunakannya secara LIVE (langsung di kelas) atau dengan moda kertas (PAPER MODE). Saat ini kita coba moda ASSIGN HOMEWORK ya. (Untuk paper mode kita diskusikan next time atau teman2 bisa explore juga)

9. Selanjutnya muncul tampilan yang berisi link kuis. Pertama ubah deadline menjadi "no deadline" lalu COPY link lalu kirimkan ke WA anak2. Teman-teman juga bisa memberikan codenya ke siswa. 


Selain itu, link juga bisa diubah dalam bentuk bar code melalui bit.ly atau s.id atau platform memperpendek link lainnya. 

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat.


 

Tuesday, March 19, 2024

Instruksi Adaptif: Berbagi Pengalaman Praktik mengajar dan Modul Ajar, LKPD, dan Instrumen Asesmen (Quiz)

 

Sugeng sonten Educators, 
Selamat menanti buka puasa. Kali ini saya mau berbagi pengalaman praktik mengajar secara "Instruksi Adaptif". Kebetulan hari ini saya disupervisi dan diobservasi oleh Ibu Kepala Sekolah. 

    Beberapa waktu lalu, saya mengembangkan Modul ajar dan LKPDnya serta menyiapkan quiz-quiz yang diperlukan. Ketika praktik tadi sempat berpikir, wah anak-anak akan ngantuk ini soalnya jam ke 8 dan 9, mana puasa lagi. Dan, ketika masuk kelas sudah ada anak yang lagi tiduur, pelan-pelan coba kubangunkan meski suksesnya baru pas bagian main game pakai HP. hehe. 
    Anak yang lain surprisingly aktif (thank you anak-anakku). Di awal saya beri mereka quiz untuk pre-assessment terkait pengetahuan mereka mengenai teks recount. Quizziznya bisa diakses di pre-assessment atau scan di bar code berikut:
Dari sini bisa diketahui sejauh mana anak-anak tahu tentang teks recount. 
    Selanjutnya untuk mengenalkan mereka pada topik yang akan dibicarakan,saya tampilkan dua gambar tentang sampah plastik di pantai dan penyu yang berenang di lautan dengan sampah plastik. Lalu, saya ajak mereka menyampaikan apa yang mereka lakukan terhadap sampah plastik. Berikut jawaban anak-anak:
    
Selanjutnya, siswa mengenal kosa-kata yang dipakai di teks dengan bermain game di Wordwall https://s.id/Game_T2  Selanjutnya siswa membaca teks dalam bentuk teks dalam video atau LKPD dan mencoba menjawab pertanyaan terkait teks. Di akhir pembelajaran, siswa mengisi exit slip untuk refleksi. Kebanyakan menyatakan senang dengan melingkari emoticon "happy and excited"

    Nah, untuk pembelajaran ini Modul Ajarnya bisa diakses di sini ya Modul Ajar Laily English 1
Sedangkan sampel LKPD di LKPD Laily English 1

Ok semoga bermanfaat, saatnya saya siapin buka dulu. 




Monday, March 18, 2024

Pre-assessment in the differentiated Classroom

       Pre-assessment in the differentiated Classroom


        Hello educators, 

        Rasanya sudah berabad-abad tidak nulis di sini. Postingan terakhirku di tahun 2020 (ya ampun malu bangett) Dulu sok sibuk ngerjain disertasi padahal mah...sibuk scroll Tik Tok dan akses K-drama on going selama masa Tugas Belajar. Namun, kini masa studyku sudah berakhir dan mulai gabut. Jadi, untuk menjaga kewarasanku izinkan aku kembali menyapa teman2 di blog ini ya. (disclaimer alamatku yang lailyenglish.com sudah tidak terselamatkan, kemarin mau dibeli lagi sudah dipakai orang yang kurang bertanggung jawab. So, jangan cari aku di sana ndakne puasane batal hehe). 

        Well, saya akan kembali menyapa dengan sharing (asline mendokumentasikan) karya-karyaku semasa tugas belajar. Jadi disertasiku kemarin adalah Pengembangan Model Asesmen Berdiferensiasi yang alhamdulillahnya tanpa sengaja sesuai dengan yang sekarang digembar-gemborkan di Kurikulum Merdeka. Ini thanks to alm. Prof. Badrun Kartowagiran yang menolak judul disertasiku di tahun 2019/ 2020 dan greatest gratitude for Denise Alonzo (from UNSW) who suggested me to explore differentiated assessment that time. Alhamdulillah setelahnya muncul Sekolah Penggerak Angkatan 1 dengan kurikulum prototipanya ngangkat salah satunya differentiated instructions. Alhamdulillah. 

    Ok, dalan pembelajaran diferensiasi kita mencoba mengenal bahwa siswa itu sangat beraneka ragam ya jadi guru perlu menggali informasi tentang peserta didik dari awal pembelajaran.  Mengapa kita perlu melakukan pre-assessment? Karena kita perlu tahu informasi awal siswa dan memberikan pembelajaran yang sesuai dengan mereka. Dalam bukunya Tomlinson diilustrasikan sebagai guru renang yang tahu keadaan muridnya sebelum kasih les, ada yang takut air, ada yang belum bs renang total dan perlu pelampung, dll. Sehingga asesmen awal dilakukan agar siswa tidak keblebeg. 


    Dengan melakukan asesmen awal, guru bisa mengulik informasi tentang kesiapan belajar siswa (readiness to learn), minat siswa, dan profil belajar siswa. 


Kapan melakukannya? Bisa di awal tahun/ semester atay di awal unit. Nah, bagaimana cara melakukannya? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Asesmen awal bisa dilakukan secara formal atau informal. Perhatikan penjelasan berikut. 

    

    Akan saya berikan contoh beberapa item asesmen awal yang saya lakukan secara formal dengan kuesioner menggunakan gform. 




Lalu setelah melakukan asesmen awal, apa yang harus kita lakukan? Sabar...akan kita lanjutkan di postingan selanjutnya ya. Namun, yang penasaran dan pengen tahu lebih banyak bisa akses artikel saya di LEARN journal. 


Linknya klik Exploring Students' Diversity (LEARN journal). 

Terima kasih. Siap2 ke kahyangan dulu ya. Bismillah. Selamat membaca. 






Sunday, August 30, 2020

Materi PJJ Bahasa Inggris Kelas 7 (video, RPP, dan Quiz)

Materi Bahasa Inggris untuk PJJ


Hello educators, 

Lama tidak saya update di sini ya. Sekarang keasyikan main edit video. 

Jadi kenapa kok akhirnya saya kembali menyapa di sini? Karena beberapa hari lalu diingatkan kalau domainnya udah mau habis. Dan baru saja saya melakukan pembayaran perpanjangan. Sayang kan kalau sudah dibayar tidak dimanfaatkan. Hehe. 

Bismillah, kembali menulis agar bisa memberi manfaat yang lebih banyak. Aamiin 

Baik langsung saja saya mau share materi Bahasa Inggris yang sdah saya kembangkan selama semester ini ya, semoga manfaat. 

1. KD 3.1 & 4.1 Materi Greeting and Leave taking

Materi ini videonya bisa diakses di Video See you, Raul

Dialog audio Kelas 7 See you, Raul di Dialog mp3 di sini

Quiz di sini

2. KD 3.2 & 4.2 Jati diri sendiri 

Materi videonya dapat diakses Video My name's Dina

RPP sederhana bisa diunduh di RPP di sini

Quiz ada di sini

3. KD 3.2 & 4.2 Jati diri orang lain

Materi videonya dapat diakses di Video This is my brother, Dio

Quiz dapat diakses di Quiz Dio

RPP dapat diakses di RPP Dio

4. KD 3.3 & 4.3 Meminta dan memberi informasi tentang waktu dalam angka

Materi videonya dapat diakses di Do you have the time?

Quiz dapat diakses di Quiz Times

RPP dapat diakses di RPP Times

Baik, semoga bermanfaat ya Bapak/Ibu. 

Aamiin

Salam, 

Laily English

Friday, June 5, 2020

Instrumen Penilaian Harian Kelas 7 KD 3.7

Instrumen Penilaian Harian Kelas 7 KD 3.7 


Instrumen Penilaian Harian. Hello educators, lama saya tdk menyapa lewat Blog ya. Semoga kabarnya sehat wal afiat.  Masih setia dengan stay at home ajah, belajar & bekerja di rumah sehingga berharap semua ini segera berakhir, please go away si wabah. Allahumma Aamiin. 

Well, beberapa waktu lalu (two days ago) saya berbagi link Penilaian Harian Kelas 7 KD 3.7 ya yang bisa dishare ke anak2 untuk berlatih/penilaian harian di rumah aja jadi saya pilih google form yang ramah devices. Terima kasih untuk teman-teman guru yang sudah share dan sampai saat ini sudah 1572 respon (8 April 2020 jam 6.11). Tentunya ada bbrp respon yang terunggah berkali-kali, mungkin anak senang main klik-klik soal dan exciting atau karena jaringan yang mengakibatkan berkali-kali kirim respon. That's one of the limitation of this PH, tapi kalau mau dibatasi anak 1 respon bisa juga namun mereka harus punya akun gmail yang ini tidak semua anak bisa akses. So, masalah teknis ini bisa disikapi dengan bijak. Tak masalah. Sekali lagi terima kasih Teachers yang sudah share. 

Instrumen Penilaian Harian Kelas 7 KD 3.7 masih bisa diakses ya untuk siswanya di bit.ly/PH_KD37. Sedangkan yang perlu responnya bisa japri saya aja via email (lailyaminf@gmail.com) atau WA saya (yang punya nomor saya tentunya) LOL. 

Karena banyaknya peminat, ada beberapa guru yang ijin SS tuh soal, akhirnya saya kasih janji kalau responden sudah lebih dari 1000 maka soal akan saya release. Sayangnya, nih postingan tetep aja didraft karena si empunya blog sibuk nginem. 

Maafkeunn ya. Baik Karena janji adalah janji hehe, silakan yang memerlukan soal versi Word untuk dikombinasi dengan soal PATnya bisa diintip kisi-kisi soalnya dan soal PH nya di sini. 

Semoga bermanfaat. Semoga Eomma rempong ini bisa mulai menyapa educators lagi di www.lailyenglish.com ya

Sampai jumpa lagi 

Friday, January 31, 2020

GENERALISASI VALIDITAS






Generalisasi Validitas
oleh
Laily Amin Fajariyah
A.    Pendahuluan
Penelitian yang baik adalah suatu penelitian yang mampu memberikan informasi yang valid/sahih atau memiliki ketepatan data antara data yang telah dikumpulkan dengan data sesungguhnya yang ada di lapangan. Peneliti akan berupaya besar untuk memenuhi ketepatan tersebut melalui prosedur pengukuran yang cermat. Namun, terkadang informasi yang diperoleh melalui prosedur pengukuran apapun bisa keliru. Kekeliruan tersebut bergantung pada saat kondisi pengukuran, misalnya dikarenakan alat ukur yang digunakan, pengukur, kondisi pencahayaan, dan lain sebagainya. Meskipun semua pengukuran bisa keliru sampai batas tertentu, namun para ilmuwan terus mencari cara untuk meningkatkan ketepatan atau presisinya (Brennan, 2001: 1).
Cara yang dilakukan oleh peneliti tersebut antara lain adalah dengan mereka sering melakukan pengukuran pada subset yang telah ditentukan. Selain itu, untuk meningkakan presisi pengukuran tersebut mereka memperbaiki satu atau lebih kondisi pengukuran, sebagai contoh menggunakan alat ukut yang lebih khusus. Namun, penggunaan alat ukur spesifik ini akan memberikan batasan di mana penelitian tersebut akan digeneralisasi. Istilahnya, memperbaiki pengukuran memang akan mengurangi kesalahan dan meningkatkan ketepatan pengukuran, namun akan menyempitkan interpretasi pengukuran. 
Hal ini membuktikan bahwa kesalahan atau kekeliruan yang kita anggap sebelumnya ada bukanlah suatu kesalahan namun merupakan pendefinisian. Sehingga menganggap suatu “kekeliruan” merupakan kesalahan permanen pengukuran adalah sesuatu hal yang berbeda dengan menanggapi “kekeliruan” tersebut dan kemudian menghitung ‘error’ yang ada dan menentukan kondisi pengukuran mana yang berkontribusi padanya. Untuk melakukannya, perlu menetukan apa yang dimaksud dengan pengukuran “ideal” seperti menentukan kondisi yang tepat untuk mengeneralisasi penelitian dan kondisi mana skor yang diamati diperoleh (Brennan, 2001: 2). Dari kasus inilah muncul istilah generalisabiliti atau disebut generalisasi.
Brennan (2001: 2) mengatakan: “Generalizability theory enables an investigator to identify and quantify the sources of inconsistencies in observed scores that arise, or could arise, over replications of a measurement procedure.!” Teori generalisasi memungkinkan seorang penyelidik untuk mengidentifikasi dan menghitung atau mengukur sumber ketidakkonsistenan dalam skor yang diamati yang muncul, mungkin muncul lebih dari replikasi prosedur pengukuran. Selanjutnya makalah ini akan membahas tentang generalisasi khususnya generalisasi validitas, terkait pengertiannya, prosedurnya, dan contohnya dalam penilaian Bahasa Inggris.

B.     Teori Generalisasi (Teori G)
Sebelum kita membahas lebih dalam tentang generalisasi validitas, akan kita pelajari dulu teori generalisasi. Dalam buku yang pertaman tentang “Generalizability Theory” yang ditulis oleh Richard J. Shavelson dan Noreen M. Web (Shavelson & Webb, 1991:1) disampaikan pengertian generalisabilitas sebagai berikut. “Generalizability is a statistical theory about the dependability of behavioral measurement.” Dari kalimat ini, sebagai pendahuluan kita mengetahui bahwa generalisasi adalah teori tentang keandalan pada pengukuran tingkah laku.  Keandalan yang dimaksudkan adalah ketepatan generalisasi dari skor yang diamati dari suatu pengukuran terhadap rata-rata skor yang akan diterima seseorang dalam berbagai kondisi yang ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keandalan adalah suatu asumsi atas pengetahuan, sikap, keterampilan dan atribut pengukuran lainnya dalam kondisi yang stabil. Sehingga, kita asumsikan jika ada perbedaan skor seseorang dalam pengukuran yang berbeda waktunya adalah suatu kesalahan pengukuran dan bukan merupakan perubahan sistemik karena kematangan belajar (Shavelson & Webb, 1991:1).
Teori klasik hanya mampu mempreduksi satu sumber kesalahan saja, misalkan variasi skor dalam hal waktu pelaksanaan pengukuran dengan penggunaan reliabilitas tes-retes. Sedangkan, G theory, atau teori generalisasi mampu menganalisa berbagai macam eror/kesalahan yang terjadi dalam suatu pengukuran dan dianalisa dalam satu waktu. Teori generalisasi menawarkan kerangka kerja konseptual yang luas dan seperangkat prosedur statistik yang kuat untuk menangani berbagai pengukuran masalah. Teori ini bisa dipandang sebagai perpanjangan dari teori klasik melalui aplikasi prosedur analisis varians tertentu (ANOVA) untuk masalah pengukuran. Dengan kata lain, Teori G mampu membantu pengambil keputusan untuk menentukan berapa kesempatan, bentuk tes dan administrator diperlukan untuk menghasilkan skor yang andal. Dalam prosesnya, teori G mampu menyajikan koefisien yang menunjukkan keandalan, yang disebut dengan koefisien generalisasi (Shavelson & Webb, 1991:12; Brennan, 2001:2).
Kerangka kerja teori-G menggabungkan dua tahap yang sesuai dengan dua tahap desain tes: (a) studi generalisasi (G-), yang menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk merancang tes dan (b) sebuah studi decision (D-), yang dapat digunakan untuk membuat keputusan tentang individu atau kelompok individu (misalnya, sekolah). Studi-G digunakan untuk mengevaluasi kepentingan relatif dari berbagai sumber pengukuran kesalahan dan selidiki dampak berbagai perubahan dalam desain pengukuran (mis., nomor yang berbeda tugas atau penilai / peringkat). Studi-D menggabungkan desain terbaik untuk memungkinkan interpretasi skor keakuratan dalam kerangka referensi relatif atau yang direferensikan norma atau dalam referensi absolut atau kriteria (Brennan, 2001).

C.    Generalisasi Validitas/Validity Generalizability (VG)
Validitas merupakan hal utama dalam mengevaluasi kelayakan interpretasi skor tes dan memberikan kerangka kerja umum untuk mengevaluasi pengukuran. Selain itu, dalam kaitannya penggunaan suatu hasil penelitian untuk diberlakukan ke kelompok di luar penelitian, maka persoalan lain yang disebut validitas ekternal akan muncul. Sehingga meskipun penelitian tersebut telah memiliki validitas ekternal, namun tingkat generalisasinya tetap menjadi suatu pertimbangan (Andi Ulfa Tenri Pada, 2014: 1). Dari kasus generalisi dan validitas inilah maka muncul kajian validity generalizability (biasa disingkat VG yang akan diadaptasi dalam makalah ini, meskipun dalam Bahasa Indonesianya adalah generalisasi validitas).
Biddle and Nooren (2006: 220) memberikan gambaran yang relatif jelas tentang generalisasi validitas/ validity generalizability (VG) ini. VG disebut juga meta analisis yang dilakukan di bidang pengukuran. Meta analisis dalam VG ini adalah suatu teknik statistik yang digunakan untuk mengkombinasikan hasil dari beberapa studi penelitian yang membentuk teori umum tentang hubungan beberapa variabel  (misalnya tes dan kinerja) dalam situasi yang berbeda-beda. Pentingnya pelaksanaan VG dalam suatu penelitian adalah untuk mengevaluasi keefektivan atau validitas tes tertentu dalam mendeskripsikan hasilnya dalam lingkup yang luas.
Untuk memahami VG ini, beberapa dasar statistik perlu dipelajari. Bagian yang tak terpisahkan dari VG adalah koefisien validitas yaitu pengukuran secara statistik yang menunjukkan hubungan antar variabel. Korelasi statistik antar variable bisa tinggi bisa rendah. Di bidang pengujian personil, korelasi lebih dari 0.35 memiliki label “sangat bermanfaat,” korelasi antara 0.21 hingga 0.35 adalah "kemungkinan bermanfaat," korelasi antara 0.11 - 0.20 diberi label sebagai "tergantung keadaan,” dan selanjutnya yang kurang dari 0.11 bermerek “tidak mungkin berguna. Selain konsep koefisien validitas, konsep statistik lainnya yang diperlukan dalam memahami VG adalah “VG is a statistical power” Kekuatan yang dimaksud adalah kemampuan suatu studi untuk menemukan hasil yang signifikan secara statistik. Studi validitas yang memiliki ukuran sampel besar (mis., 500 subjek) memiliki kekuatan statistik yang tinggi, dan mereka yang memiliki sampel kecil memiliki kekuatan statistik yang rendah.
Power statistic inilah yang diteliti oleh Shmiidt dan Hunter (1977) yang merupakan penelitian konvensional di mana generalisasi validitas bermula. Schmidt & Hunter meneliti power statistik dari penelitian-penelitian validitas terpilih dan mempertimbangkan suatu prosedur untuk menguji hipotesis mengenai kekhususan yang bersifat situasional. Prosedur baru yang digunakan adalah teknik meta analisis (seperti disampaikan sebelumnya VG adalah sebuah meta analisis) untuk mengestimasi variansi kesalahan melalui sejumlah hasil penelitian. Dengan menggunakan kumpulan penelitian terdahulu serta menggunakan teknik meta analisis.
Terkait manfaat VG, Kane (1999) menyampaikan empat (4) peran generalisasi dalam validitas, yaitu: (1) koefisien generalisasi memberikan batas atas pada validitas, (2) generalisasi adalah satu langkah dalam argumen yang paling interpretatif, dan oleh karena itu, generalisasi adalah kondisi yang diperlukan untuk interpretasi validitas ini, (3) argumen interpretatif menentukan estimasi yang tepat untuk generalisasi, dan (4) generalisasi memberikan pembenaran untuk konten sintaksis label konstruk.

D.    Prosedur Dasar Generalisasi Validitas
Dalam penghitungannya, VG dihitung menggunakan ANOVA. Prinsip dasar dari model VG adalah pemartisian variansi, yaitu identifikasi dan pemilahan terhadap variansi dari validitas teramati yang bertanggung jawab terhadap error sistematik yang berhubungan dengan artifak statistik dan error dari random sampling. Secara khusus Pearlman, Schmidt, Hunter, Linn & Dunbar menjelaskan dalam literatur generalisasi validitas bahwa efek sistematik ini dapat dibaca pada bahasan-bahasan tentang perbedaan antara penelitian-penelitian dalam hal reliabilitas tes, kriteria reliabilitas, hal Batasan interval, jumlah dan jenis dari kriteria kontaminasi dan defisiensi, struktur factor dari tes yang konstruk yang sama, dan perbedaan dalam penelitian-penelitian dalam hal struktur faktor dari kriteria pengukuran (Schmidt et al., 1993). Dengan demikian variansi yang tidak terkait dengan ketujuh faktor ini akan mencerminkan variabilitas dari validitas yang sesungguhnya. Model dasar untuk generalisasi validitas didasarkan pada suatu struktur persamaan untuk koefisien korelasi teramati antara prediktor X dan kriteria Y yang dapat dituliskan sebagai berikut:
R = r’ + e
Keterangan: R adalah korelasi teramati, ρ’ adalah korelasi populasi yang dibatasi, dan e adalah peluang error yang berhubungan dengan sampling.
Jika dalam hal ini ukuran sampelnya tak terhingga, maka korelasinya akan sebesar ρ’. Namun dengan ukuran sampel yang aktual (tidak tak terhingga) maka ada perbedaan antar korelasi teramati (R) yang dihitung dari data. Korelasi yang dibatasi dihitung dari data. Korelasi yang dibatasi berbeda dari korelasi populasi yang berhubungan dengan ketidakreliabelan prediktor, ketidakreliabelan kriteria, dan pembatasan jangkauan. Persamaan struktural yang lengkap yang digunakan di hampir keseluruhan penelitian generalisasi validitas dapat ditulis sebagai berikut:
r = abcr + e
 Keterangan:
ρ = korelasi populasi
r = korelasi teramati
a = (ryy’)1/2 = akar kuadrat dari reliabilitas kriteria
b = (xxr’)1/ 2 = akar kuadrat dari reliabilitas kriteria
c = (u/(1+(u-1) ρ2a2b2))1/ 2 , adalah faktor pembatasan jangkauan
e = kesalahan sampling
u = rasio dari SD terbatas terhadap SD tak terbatas dari X.

E.     Aplikasi VG dalam Penilaian Bahasa Inggris
            Aplikasi VG dalam penilaian Bahasa Inggris diteliti oleh Jinyang Huang. Huang (2011: 124-5) merangkum faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan dan validitas penilaian menulis Bahasa Inggris khususnya ESL (English as a second Language= Bahasa Inggris sebagai Bahasa kedua). Faktor tersebut adalah: (1) jenis dan kesulitan tugas menulis dapat mempengaruhi penilaian menulis dalam ESL; (2) metode rating (holistic vs analitic) dapat mengubah aplikasi kriteria rating dalam menilai tulisan siswa, misalkan penilai cenderung menilai unsur kebahasaan dibandingkan isinya ketika menggunakan rating holistik; (3) kriteria penilaian yang digunakan oleh penilai adalah sumber utama kekhawatiran tentang akurasi dan validitas peringkat tulisan ESL; (4) latar belakang dan pengalaman penilai dapat memiliki dampak penting pada penilianan tulisan ESL; dan (5) pelatihan penilai/rater juga dapat memengaruhi akurasi penilaian tulisan ESL.
            Teori G memiliki "peran penting dalam semua bentuk penilaian pendidikan, termasuk penilaian menulis langsung dan penilaian kinerja di bidang lainnya. (Ferrara, 1993, h. 2). Teori G ini adalah metode statistik yang secara bersamaan dapat mengidentifikasi berbagai sumber varians kesalahan dan memperkirakan dampak sumber-sumber ini pada akurasi penilaian, mis., keandalan, memungkinkan penyelidik mempertimbangkan banyak aplikasi suatu instrumen (Shavelson & Webb, 1991). Secara teknis, teori-G menggunakan analisis varians (ANOVA) untuk membagi variasi dalam skor berbagai sumber dan istilah interaksinya. Dalam hal penilaian penulisan, ini membagi varians dalam skor penulisan yang ditugaskan untuk tugas atau item, penilai / peringkat, kesalahan, dan komponen interaksi. Teori-G memberikan indikasi paling kuat bahwa penilai memiliki peringkat yang sama dan juga peringkat sebuah konstruksi umum (Shavelson & Webb, 1991).
Teori G telah semakin banyak digunakan dalam berbagai konteks penelitian penilaian bahasa kedua, termasuk penelitian dalam penilaian penulisan bahasa kedua. Penggunaan G-teori, studi ini telah meneliti efek dari aspek yang berbeda (mis., pemberi rating/ penilaian, tugas menulis, dll.) pada akurasi dan variabilitas skor penulisan. Untuk contoh, Schoonen (2005) meneliti efek dari penilai dan segi tugas pada generalisasi skor menulis dan bagaimana efek ini tergantung pada kategori dan metode penilaian. Temuannya menunjukkan bahwa skor penulisan secara substansial dipengaruhi oleh hal-hal tersebut dan bukan dari kemahiran menulis. Efek karena tugas dan penilai dalam tugas memberikan pengaruh besar pada skor akurasi dan generalisasi. Namun, efek ini tergantung pada peringkat kategori dan metode. Awalnya dikembangkan sebagai pendekatan yang komprehensif dan kuat untuk menilai akurasi pengukuran, G-theory juga menyediakan metode untuk memeriksa validitas konstruk penilaian kinerja (Shavelson & Webb, 1991).  Teori G juga dapat mendukung kesimpulan validitas konstruk melalui pengujian ukuran relatif komponen varians (Kraiger & Teachout, 1990).
Hasil penelitian Huang (2011) adalah sebagai berikut. Pertama, penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan variasi skor memang ada antara ESL (siswa Bahasa Inggris sebagai Bahasa kedua) dan siswa NE (Native English/penutur asli) ketika skor awal digunakan. Ada efek besar bagi orang di dalamnya interaksi kelompok-menurut-peringkat bahasa dan varians karena interaksi orang-per-peringkat adalah secara signifikan (p <0,05) lebih besar untuk siswa ESL daripada untuk siswa NE di setiap jenjang. Perbedaan karena untuk interaksi orang-per-peringkat mewakili varian yang tidak diinginkan. Hasil ini menunjukkan bahwa ada kekurang konsistenan dalam pemberian rating tulisan siswa ESL. Perbedaan seperti itu seharusnya tidak ada jika penilai sama-sama mahir dalam mencetak tulisan siswa ESL sebagai tulisan siswa NE. Kedua, yang diinginkan varians karena objek pengukuran secara signifikan (p <0,05) lebih kecil untuk siswa ESL daripada untuk siswa NE dalam satu tahun (2001). Perbedaan dalam hal variasi yang tidak diinginkan antara ESL dan skor penulisan NE dapat menimbulkan pertanyaan tentang keakuratan dan membangun validitas penulisan skor diberikan kepada siswa ESL dalam semua tiga tahun jika skor awal digunakan.
Sub-pertanyaan penelitian kedua dan keempat bertanya tentang perbedaan dalam akurasi nilai tertulis yang ditugaskan untuk siswa ESL dan NE dan dampak dari perbedaan-perbedaan ini pada peringkat desain untuk siswa ESL dibandingkan dengan siswa NE. Ketika skor awal digunakan, siswa ESL memiliki koefisien G-secara signifikan lebih rendah (p <0,05) daripada siswa NE dalam semua tiga tahun dan pada kenyataannya mereka hampir tidak bisa memiliki koefisien G yang sebanding dengan siswa NE.
Sub-pertanyaan penelitian ketiga bertanya tentang perbedaan validitas konstruk nilai tulisan yang ditugaskan untuk siswa ESL dan NE. Ketika skor awal digunakan, ada yang signifikan (p <0,05) validitas kurang konvergen dalam satu tahun (2001) dan validitas kurang diskriminatif dalam semua tiga tahun dari nilai penulisan yang ditugaskan untuk siswa ESL daripada siswa NE. Perbedaan hasil ini menunjukkan adanya bias dalam rating tulisan ESL jika skor awal digunakan. Skor tulisan kurang valid untuk siswa ESL akan menjadi hasil yang tidak adil dan dapat menyebabkan konsekuensi lainnya yang tidak diinginkan (Johnson et al., 2000).
Bersama-sama, perbedaan selama tiga tahun dalam hal akurasi dan validitas konstruk antara skor tulisan siswa ESL dan NE menimbulkan pertanyaan tentang kewajaran nilai atau skor tulisan awal yang ditugaskan untuk siswa ESL ini. Jika skor tulisan siswa ESL tidak sama akurat dan valid sebagai nilai tulisan siswa NE, maka keadilan dapat menjadi perhatian bagi siswa ESL (Johnson et al., 2000). Perbedaan dalam akurasi dan validitas mungkin menyarankan kemampuan yang tidak setara untuk digunakan penilai skala analitik untuk pentulisan siswa ESL dibandingkan dengan tulisan siswa NE. Namun selanjutnya penelitian akan diperlukan untuk menentukan penyebab perbedaan-perbedaan ini. Sebagai kesimpulan, penelitian ini memberikan bukti awal bahwa skor tulisan yang ditugaskan untuk ESL dan NE siswa menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam hal akurasi dan validitas konstruk ketika skor awal diperhitungkan. Namun, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan sejauh mana perbedaan ini mempengaruhi keadilan penilaian keterampilan menulis bahasa Inggris siswa ESL dan untuk menemukan cara untuk mempromosikan akurasi dan validitas penilaian penulisan ESL.

F.     Penutup
Teori generalisasi memungkinkan seorang penyelidik untuk mengidentifikasi dan menghitung atau mengukur sumber ketidakkonsistenan dalam skor yang diamati yang muncul, mungkin muncul lebih dari replikasi prosedur pengukuran. Secara teknis, generalisasi validitas (VG) dihitung menggunakan ANOVA. Prinsip dasar dari model VG adalah pemartisian variansi, yaitu identifikasi dan pemilahan terhadap variansi dari validitas teramati yang bertanggung jawab terhadap error sistematik yang berhubungan dengan artifak statistik dan error dari random sampling. Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, telah semakin banyak digunakan dalam berbagai konteks penelitian penilaian bahasa kedua, termasuk penelitian dalam penilaian penulisan bahasa kedua.

DAFTAR PUSTAKA
Andi Ulfa Tenri Pada. (2014). Generalisasi validitas dalam penelitian kuantitatif. Dalam Jurnal Biologi Edukasi Edisi 12, Volume 6 Nomor 1, Juni 2014, hal 39-42.
Biddle, D.A. & Nooren, P.M. (2006). Validity generalization vs. Title VII: can employers successfully defend tests without conducting local validation studies? Dalam Labor Law Journal pp 216-237
Brennan, R.L. (2001). Generalizability Theory. Los Angles: Springer
Huang, J. (2011). Using generalizability theory to examine the accuracy and validity of large-scale ESL writing assessment. Assessing Writing 17 (2012) 123–139
Johnson, R. L., Penny, J., & Gordon, B. (2000). The relation between score resolution methods and interrater reliability: An empirical study of an analytic rating rubric. Applied Measurement in Education, 13 (2), 121–138.
Kane, M. (1999). The role of generalizability in validity. Paper presented at the Annual Meeting of the National Council on Measurement in Education (Montreal, Quebec, Canada, April 19-23, 1999). Psychology, 78, 3-12.
Schmidt, F.L., dan Hunter, J.E. (1981). Employment testing: Old theories and new research findings. American Psychologist, 36:1128-1137.
Schmidt, F. L., Law, K., Hunter, J. E., Rothstein, H. R., Pearlman, K., & McDaniel, M. (1993). Refinements in validity generalization methods: Implications for the situational specificity hypothesis. Journal of Applied Psychology, 78(1), 3-12.
Schoonen, R. (2005). Generalizability of writing scores: An application of structural equation modeling. Language Testing, 22 (1), 1–30.
Shavelson, R.J. & Webb, N.M. (1991). Generalizability Theory: a primer. London: Sage Publications.

Perjuangan 5 Besar: Calon Duta Teknologi DIY 2024

  Halo Educators Hebad,  Maafkan saya yang lama tidak menyapa. Beberapa hari ini alhamdulillah kembali bergulat dengan waktu dan sat set men...