Wednesday, January 10, 2018

KISAH "CERDIG" DARI NEGERI BATU KE PULAU DEWATA (Part 2)


Dear educators,

Masih ngajar? Atau lagi nyante aja di kantor guru sambil mesbuk atau ngeblog (eh ini eomma syantik dink). Ok, hari ini ngajar kelar so eomma syantik mau lanjutin cerita kemarin ya. Kisah cerdig dari negeri batunya. Are you ready???

Kisah "cerdig" dari Negeri Batu ke Pulau Dewata (Part 1)

Kisah "Cerdig" dari Negeri Batu ke Pulau Dewata (Part 2)



Jam 08.05 sampailah eomma cantik di SMPN 2 Wonosari. Artis mah selalu datang terlambat. Di ruang pertemuan sudah hadir beberapa teman guru yang baik hati mau menjadi peserta diseminasi siang itu. Sekitar jam 9 para pengawas sudah hadir semua. Pengawas pertama adalah pengawas idola Bahasa Inggris yaitu beliau Bapak Kandung, kemudian ada Bapak pengawas senior Bapak Suwarto dan Bapak Sugeng Bagyo. Sesi presentasi dan diseminasi dilalui dengan senang hati.  Terbayar sudah malam-malam kelam dengan mata lebam di depan laptop (lebay). Juga tertuntaskan kegalauan yang ada. Ada beberapa masukan yang bisa dijadikan pedoman untuk perbaikan karya kami. Keesokan harinya, tanggal 10 Maret 2017 sebuah pesan WA masuk dari Kakak tingkatku yang ku kenal saat seminar nasional tentang pendidikan Finlandia di Kemendikbud tahun 2013 lalu. Ya si Aa’ Ganjar Ayahnya Mas Raul dari Majalengka membagikan PEDOMAN INOBEL 2017. Aku pun bersorak, bagaimana tidak? Tepat sekali kemarin baru saja diseminasi langsung ada pedoman keluar. Kupikir pertanda baik ini. Hehe.
            Selanjutnya, aku merevisi laporanku sesuai dengan pedoman dan merevisi bagian-bagian sesuai saran pengawas. Singkat cerita, masa upload karya ke website kesharlindung sudah dibuka. Karena pengalaman pertama dan ada pedoman yang berbeda yang beredar di facebook sempat galau juga. Namun dengan beberapa kesabaran dan kegigihan, sukses mengunggah karya di laman kesharlindung. Hari-hari selanjutnya adalah hari-hari yang panjang yang dilalui dengan mengecek tanda centhang di proses seleksi laman kesharlindung. Dan hari yang dinanti pun datang juga. Dengan jantung berdetak tak menentu dan H2C menyelimutiku (harap-harap cemas) aku buka tautan itu. Takut akan kegagalan masih menjadi momok bagiku. Bagiku gagal dalam sebuah event itu melebihi sakitnya ditolak saat nembak (eh, jadi ketauan pernah ditolak). Ini terapi healing nya lebih membutuhkan waktu lama. Kalau ditolak kala nembak kan tinggal cari gebetan lain, ceilaah. Namun, Tuhan menolongku. Alhamdulilllah namaku muncul juga di tautan itu. Nama-nama itu adalah peserta lomba yang lolos tahap workshop. Dan kulihat nama-nama lainnya beberapa tak asing bagiku, teman S2 P2TK, teman sesama guru negeri batu dan teman saat lomba di UNY. Tak sabar aku menanti workshop itu. Tak sabar untuk bertemu para master dan tentunya tak sabar untuk nginep di hotel.
            Workshop yang dinanti pun datang juga. Kami INOBELers wilayah Jogja dan sebagian Jawa Tengah dipusatkan di Hotel Grand Keisha di Jalan Gejayan. Hotel baru yang sangat enak kamarnya dan makanannya. Pagi eomma cantik ke hotel diantar Pak Kim, memasuki hotel disambut oleh teman jaman S2 di UNY. Dan ternyata kamar sudah dicheck-in kan oleh teman guru sesama dari negeri batu, Amin Suprihatin namanya. Sesama Amin dan sesama pejuang walang alias guru Gunungkidul tapi baru namanya yang kukenal. Kami belum pernah berjumpa dan dari bahasa chat di WA sempat kuberpikiri dan berprasangka. Eh, ternyata beliau adalah mbakyu yang super baik hati dan sealiran konyolnya. Jadi kami habiskan malam dengan obrolan berbagai hal. Ok, lanjut ke workshop. Ada banyak ilmu yang kami dapat dari narasumber yag ada mulai dari karya tulis ilmiah, plagiarisme, dan Bahasa karya tulis sampai materi display.
            Seusai workshop kami diberi waktu seminggu untuk memperbaiki karya dan diunggah lagi ke laman kesharlindung.Untungnya similarityku hanya 5% (dan saat di workshop dicek malah 2%) jadi tidak terlalu capek merevisi kata-kata. Mungkin karena sumberku semuanya dari jurnal dan buku Bahasa Inggris yang aku parafrase sendiri ke Bahasa Indonesia jadi memperkecil similarity. Namun PR ku adalah memperbaiki sitasiku yang 80% agar 100% dan menambahkan beberapa jurnal dan memperbaiki pembahasan sesuai saran narasumber. Dengan bantuan narasumber yang sangat baik hati Bapak Salimi yang bersedia memberi saran perbaikan kepada peserta workshop, karyaku berhasil terevisi dan dikirim sebelum batas waktu. Dan sudah ditebak apa yang akan terjadi di hari-hari berikutnya. Pengumuman finalis jadi trending topic di group WA keisha dan facebook Kesharlindung. Seolah jadi penantian yang tak kunjung berakhir. Penantian yang galaunya melebihi kegalauan Fahri menunggu kepulangan Aisha (efek abis nonton Ayat-ayat Cinta 2, ayo yang belum nonton segera ke bioskop terdekat. Eh malah ngiklan).
            Pengumuman peserta lolos sudah beredar. Dan...jreng...jreng...ada Laily Amin Fajariyah di antara nama-nama itu. Betapa senangnya hatiku kala itu melebihi senangnya dapat traktiran mie ayam atau semangkuk bakso (ya iyalaaaahhhhh). Dalam pengumuman jenjang SMP, ada 32 peserta lolos final per kategori. Dan kucermati banyak teman-teman dari workshop di hotel Keisha yang lolos. Dan ada 5 teman Yogyakarta yang lolos ke final, empat di antaranya dari negeri batu,  Gunungkidul. Tentunya duo Amin bahagia karena bisa lagi sekamar di Kuta melanjutkan curhatan tak berujung tentang dunia dan tentang wanita serta karya. Selanjutnya kami berempat membuat pebagian tugas, siapa yang meminta surat tugas kepala dinas lalu siapa cari tiket pesawat. Karena si eomma cantik biasa jadi SPG jadi tiket pesawat menjadi tanggung jawabku. Ku intip harga blekok kala itu, dahsyat. Sempat galau karena mahal namun akhirnya demi kenyamanan dan keamanan bersama kami beli tiket blekok biru. Alhamdulillah tiket di tangan, surat tugas kepala dinas sudah dikantongi. Lanjut menyiapkan materi display. Di sini aku kagum pada teman-teman di group Keisha, kami rival tapi saling sharing pengalaman dan saling dukung. Kami berbagi saran dan ide untuk display mulai dari properti sampai materi x-banner. Kuputuskan membuat display sendiri dengan membuat infografis di www.canva.com. Materi display dan presentasi siap, tinggal siapkan koper dan packing.
            Final INOBEL diselenggarakan pada tanggal 4-8 September 2017 di Hotel Mercure Harvestland Kuta, Bali. Pagi-pagi mau berangkat dengan koper dan tongkat ajaib ada adegan baper dulu. Si ganteng KDH ngga mau ditinggal. huuhu. Lalu lanjut sepanjang jalan parangtritis diantar Pak Kim Kom Kom, si eomma cantik cuma deg-degan dan hampir nangis. Gimana tidak, jam 7.55 check in tutup ini jam 7.30 masih di sekitaran Giwangan. Tapi kangmas sopir dengan cenanangannya (ups) sampai juga di bandara jam 7.44 (jam e Pak Kim). Lanjut eomma cantik lari disusul pak kim yang bawain koper gede. Untungnya sampai di meja check in yang tulisannya closed, eomma cantik masih dilayani. Alhamdulillah aman bisa masuk ruang tunggu. Di ruang tunggu para Inobelers dari Jogja dan Jateng sudah pada nongkrong. Setelah duduk dan ngobrol-ngobrol sebentar, Gate pun dibuka.Bersama para penumpang lain kami mau naik blekok si Burung biru. Saking senangnya numpak pesawat,nih kelakuan inobelers ndeso, photo-photo dulu dan sampai-sampai diphotoin sama bule yang baik hati (ngga sempet kenalan).
Setelah adegan narsis kronis, kamipun masuk pesawat. Ya ampuun nih pesawat isinya orang INOBEL sama turis asing aja eh ada beberapa Bapak Ibu yuri bersama juga di pesawat ini, berasa carter pesawat INOBEL. Eh ndilalahnya pesawat ngga terbang-terbang jadi numpak pesawat hampir satu jam delay (di dalam pesawat), kayaknya sedang crowded jalurnya maklum habis akhir pekan. Setelah minum segelas jus apel dan makan roti dari mbak Pramugari (bukan pragawati ya pak Samsu..), kamipun siap lepas landas dan...singkat cerita sampailah di bandara paling istimewa dalam sejarah penerbangan eomma cantik. Yep, Ngurah Rai adalah bandara pertama tujuanku terbang di tahun 2008 jaman Asia TEFL. Tapi bandara ini makin kece aja...hmmm suwe ra piknik. Ok, di bandara kami nunggu claim baggage dan ternyata dalam pesawat tadi ada 22 teman yang mau ke INOBEL jadi kami pesan taksi bersama-sama per taksi 4 orang (total ada 6 mobil ya? 1 mobil 200.000) jadi bantingan deh biar bisa bayar taksi. Dari bandara, menyusuri jalan by pass Ngurah Rai sampai juga di hotel Mercure Harvestland...oh no...kamarnya belum siap jadi banyak barang teronggok di lobby. Kamipun lanjut makan sembari menanti kamar. Alhamdulillah setelah perut kenyang segeralah dapat kamar.
Jam 16.00 pembukaan acara yang dilanjut dengan pengarahan dan pertunjukkan sulap oleh pak dirjen (yang baru saja melepaskan jabatannya) banyak yang beruntung dapat uang dari Pak drijen. Eomma cantik belum beruntung, duduk di belakang efek telat..hehe. Setelah pembukaan kami diinstruksikan untuk berkumpul lagi di ruang masing-masing bidang jam 8 malam untuk set up display. Oh my God untung bannerku cuman 1, ruangannya tak seindah mimpi para inobelers. Meski kalau Miss Laily sih ngga banyak yang didisplay. Hanya banner dan sebar flyer serta laptop dan CD produk cerdig anak-anak. Teman-teman IPSPB masih ada yang mengatur display sampai malam. Tapi eomma cantik jam 10.00 malam sudah selesai lalu menuju kamar. Istirahat untuk bersiap hari esok. 

Well, Day 2 bertepatan dengan tanggal 5 September 2017. Pagi itu... (bersambung)

 Untuk ceritanya lanjut ke Part 3 besok yess....Sekarang eomma syantik mau lanjut kan perjuangan menyiapkan the 15th JETA International Conference yang rencananya akan diadakan besok tanggal 2 dan 3 Juli 2018. Ada Richard Day, Willy Renandya, dan semua expert Extensive reading ngumpul di Jogja lhooo...ayo ikutan. Eh sekalian promo di sini. JETA Jogja (Conference).
Ok, semoga cerita eomma syantik bermanfaat untuk semuanya. 

Sampai jumpa di episode berikutnya. hehe.
 Tetap semangat berkarya :)
 

Tuesday, January 9, 2018

KISAH "CERDIG" DARI NEGERI BATU KE PULAU DEWATA (Part 1)




Dear educators, 
Sore-sore ditemani rintik hujan nan syahdu ini kayaknya enak untuk selonjoran ditemani telo goreng sambil blogging ya? atau googling facebooking, WAing (alhamdulillah) dan sebagainya. Eomma syantik kali ini mau ndongeng aja dulu ah. Alkisah dari negeri batu. Halah... Ini semacam teaser untuk buku kompilasi teman2 IPSPB kali yak? :) Selamat menikmati...

KISAH "CERDIG" DARI NEGERI BATU KE PULAU DEWATA
Laily Amin Fajariyah, M.Pd
Guru Bahasa Inggris di SMPN 5 Panggang, Gunungkidul
           
Siang ini sambil momong Kim Do Hyeong, anak lanangku yang bulan depan berumur tiga tahun akan aku ceritakan sebuah perjalanan indah yang tak terlupakan. Kisah ini adalah kisah yang mempertemukanku dengan para master inovasi pembelajaran di seantero NKRI. Cerita perjuangan lebay seorang guru di negeri batu yang ingin terbang dengan blekok biru  dan eksis di kancah nasional. Ok, silakan siapkan cemilan secukupnya, air putih atau teh botol S*s*o, atau sekotak tissue paseo kalau-kalau saking lebaynya cerita ini nanti bisa bikin baper.
            Baiklah, kisahku akan kumulai dengan pertanyaan, tahukah kamu INOBEL? Mungkin jawabannya akan beragam, ada yang bilang apakah itu? Atau justru “ya iyalah, aku kan juara INOBEL tahun lalu”, atau “ya pastinya, gimana tidak? laptopku ada tiga semua karena finalis di lomba itu” Hehe. Ya, INOBEL adalah lomba yang dinanti oleh guru di seluruh provinsi dan kabupaten di jagad Indonesia tercinta ini. Lomba Inovasi Pembelajaran atau biasa disingkat INOBEL, beberapa teman malah membuat candaan menjadi “inobleh” dengan gaya baca Australian English ya. Ups. Lomba INOBEL ini ada berbagai jenjang untuk guru SD, SMP, dan SMA/K. Well, karena eomma cantik ini guru esempe jadi akan sharing yang jenjang SMP aja ya. INOBEL jenjang SMP dibagi tiga bidang yaitu: MIPA. IPSPB, dan SORAM. Untuk guru yang mengampu matematika dan IPA tentunya akan bersaing dengan teman-teman guru MIPA di bidang pertama. Sedangkan guru IPS, PKn, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris akan menyemarakkan kelas IPSPB dengan persaingan khas nan dahsyat. Bidang ketiga, SORAM diperuntukkan untuk guru SBK, Olah Raga dan Mulok (termasuk TIK dan Bahasa Daerah), serta BK. So, sekarang tahu kan kalau mau ikutan lomba ini kalian masuk bidang mana? Kalau eomma cantik ini mah masuk IPSPB yang kebetulan 2017 ini orangnya lebay-lebay tapi kece (awas kalau mau protes hubungi dokter).
            Nah tahun 2017 ini ada keberuntungan yang membawa eomma cantik masuk di panggung INOBEL. Sebelumnya belum pernah merasakan euforia dahsyatnya final INOBEL. Lalu apa yang membawaku yang notabene guru ndesit wal lebayatun dari sekolah pelosok di negeri batu Gunungkidul ke arena itu? Jawabannya adalah KINEMASTER. Kinemaster adalah sebuah aplikasi penyuntingan video yang bisa digunakan untuk membuat digital story atau cerita digital yaitu gabungan dari gambar, teks, audio, dan video. Kapan eomma cantik kenalan sama aplikasi ini. Sungguh aku sangat berterima kasih pada keponakanku Habib yang masih kelas V SD. Keisengannya pinjam HP buliknya dan diinstall aplikasi kekinian menjadikan aku mengenal Kinemaster. Awalnya eomma cantik memakai Kinemaster ini untuk membuat video untuk merayu Pak Kim ya...gayanya surprise gitu biar romantis. Nah malah jadi muncullah ide, kalau aplikasi ini dikenalkan ke murid-muridku di sekolah yang tak lain adalah anak-anak jaman now, pasti mereka suka.
            Pertengahan Januari 2017, kubawa smartphoneku ke kelas dan kutunjukkan video kreasiku ke anak-anak. Lalu kujelaskan kepada mereka kalau kita mau bermain-main dengan HP di kelas. Sontak sorak sorai terdengar menunjukkan antusiasme mereka. Lalu aku mulai menyampaikan proyek bersama yang akan kita lakukan. Aku menamainya Proyek “Cerdig”. Proyek “cerdig” sudah tidak asing bagi anak-anakku karena dua semester sebelumnya kami sudah melaksanakannya. Apa itu proyek “cerdig”? Proyek “cerdig” singkatan dari cerita digital. Di proyek ini siswa membuat cerita digital sesuai topik yang disepakati dengan teks yang dipelajari. Dua semester sebelumnya secara bertutut-turut mereka membuat cerita digital tentang deskripsi wisata di Yogyakarta dan kemudian cerita rakyat seperti Legenda Danau Toba, Tangkuban Prau dan sejenisnya. Nah, proyek “cerdig” sudah terbukti membuat siswa aktif dalam pembelajaran dan membantu mereka dalam pembelajaran Bahasa Inggris terutama speaking dan writing. Apa bedanya proyek “cerdig” sebelumnya dengan yang ini? Dua proyek terdahulu menggunakan program Movie Maker yang berarti memakai laptop sedangkan proyek dengan kinemaster ini anak-anak menggunakan smartphone mereka.
            Tanggal 17 Januari 2017, tahapan pertama proyek “cerdig” dengan Kinemaster dimulai dengan menentukan topik. Ada yang memilih binatang seperti pinguin, kadal, ular, dan ada juga fenomena alam seperti pelangi dan gempa bumi. Dalam proyek ini menuntut setiap siswa akan memproduksi satu cerita digital. Singkat cerita setelah proses penulisan naskah, storyboard, pengunduhan visual, rekaman yang sangat menguras tenaga dan jiwa agar Panggangese English atau mBantulnese dan ngGunungkidulese Englishnya tersamarkan jadilah produk cerita digital siswa. Ada total dua puluh lima karya. Karya tersebut kemudian dipresentasikan di kelas untuk mendapat masukan dari teman atau guru. Nah, presentasi ini juga melibatkan orang tua wali lho. Kebetulan pas tanggal 7 Februari 2017 ada rapat wali murid. Sekalian saja kuminta kesediaan mereka menyaksikan putra-putrinya presentasi dengan Bahasa Inggris menunjukkan karya cerita digital yang mereka buat dengan Kinemaster. Dan, anak-anak senang meskipun awalnya katanya nervous eh malah jadinya rebutan mau presentasi (pasti jiwa narsisnya eomma cantik sudah nular). Orang tua dan wali murid yang menyaksikan, meskipun dari desa dan tidak tahu Bahasa Inggris terlihat berbinar bangga saat putra-putrinya maju presentasi. Sudah pasti mereka bangga “eee..cah ndeso neng iso ngomong Landa”, begitulah kira-kira cloteh simbah-simbah atau pakdhe-pakdhe yang menyaksikan anaknya presentasi. Bagaimana perasaan Miss Laily si eomma cantik? Pastinya puas bisa membahagiakan siswa dan orang tua/wali sekaligus dengan modal bermain HP. Hehe.
            Hal lain yang membuat eomma cantik bangga dan hampir nangis lebay adalah saat yang lain presentasi kemudian siswa lain diberi kesempatan untuk memberi masukan, ternyata mereka melebihi ekspektasiku. Beberapa siswa sudah bisa mengoreksi pronunciation atau pelafalan siswa lainnya. Vina, gadis cantik yang pinter dan multi talented mengacungkan tangannya seraya berkata, “Miss, seharusnya kan membacanya lized bukan lizard Miss”. Ada lagi, Bactie si lincah dan kemayu yang mengomentari dengan suara seraknya tentang backsound cerdig karya salah satu temannya. Serta masih ada siswa-siswa lain yang dengan percaya diri memberikan masukan untuk perbaikan karya teman-temannya. Setelah seluruh siswa presentasi dan merevisi karya berdasarkan masukan teman-temannya, mereka mengunggah karya mereka di situs video yang sering diakses banyak orang dari dewasa bahkan sampai kanak-kanak. Ya apalagi kalau bukan mas Yusuf eh Youtube. Siswa mengunggah karyanya di sana dan kita melakukan penghitungan likes dan comments.  Mereka juga disarankan mempromosikan karya mereka melalui facebook. Hasilnya, likes dan komentar yang banyak akan dapat hadiah istimewa dari Miss Laily.
            Setelah proyek cerdig berakhir, eomma cantik mencoba menjaring informasi terkait pendapat siswa tentang proyek tersebut melalui angket dan wawancara. Dan mulailah eomma cantik melaporkan inovasi tersebut. Dibuatlah folder di laptopku berjudul INOBEL 2017 JUARA. Nama ini sudah pasti merupakan harapan dan doa agar juara di kancah nasional dengan INOBEL. Biarlah ke-pede-an yang penting usaha dan doa ya. Saat folder itu dibuat sebenarnya pedoman INOBEL 2017 belum muncul tapi yang penting mencoba dengan pedoman tahun sebelumnya. Waktu itu sudah janjian juga dengan Ketua MGMP Bahasa Inggris Negeri Batu alias Gunungkidul beliau Ibunda Ponikem, S.Pd, M.Hum untuk diseminasi karya kita bersama. Tanggal telah ditetapkan yaitu 9 Maret 2017. Ibunda akan diseminasi PTK untuk kenaikan PAK nya dan saya Best practice untuk INOBEL. Day-2 alias tanggal 7 Maret 2017, karyaku belum juga selesai karena jiwa golongan darah B yang suka procrastinate ini tak kunjung insaf. Alhasil tanggal 8 Desember 2017 dengan semangat juang nan berkobar dan keajaiban TPK (The Power of Kepepet) eomma cantik lembur ditemani kekasih hati Pak Kim Kom Kom sampai jam 2. Mengeprint seluruh makalah jadi 4 eksemplar (untung printernya sedang ngga ngambeg). Dan tidur 3 jam serta bangun, sholat, mandi lanjut bersiap mendaki gunung ke pusat negeri batu, Wonosari.
            Jam 08.05 sampailah eomma cantik di SMPN 2 Wonosari.......(bersambung)


Tunggu di episode berikutnya yes... 

Ditunggu ya. Salam manis dari eomma syantik :)

Sunday, January 7, 2018

Perangkat Kelas 9 Semester 2 (a la eomma syantik yang belum move on dari K 2006)


Hello educators,

Lama ngga jumpa dengan eomma syantik yes? Maklum nih lagi sok sibuk pemotretan (ehm...) dan nulis (status di pesbuk dan kepsyen di IG plus chat alay bin lebay di WA). Semoga kabar educators semua tetap semangat 45 dalam mendidik tunas bangsa. Jangan kayak si eomma syantik ya mendidik tunas bangsa tapi tetep belum cinta produk Indonesia 100% (halah).

Ini ternyata sudah minggu ke 2 memasuki semester 2 Tahun ajaran 2017/2018. Perangkat pembelajarannya udah pade beres belum????
Kalau eomma syantik mahhhh jangan ditanya. Pasti belum. Haduh kapan insafnya ya saya??? Dari dulu pengen tertib administrasi kok hanya nawaitu tapi ngga juga ada usaha....Tapi ya dengan sedikit sentuhan cinta malam ini dengan dibekali 1 tablet promag (lagi ga beres nih perut)) dan secangkir coklat panas (nyambung ga ya??) eomma syantik ngedit in perangkat tahun lalu. Sudah pasti a la ala. Banyak bagian yang masih PHP terutama penilaian (bilangnya ada soalnya terlampir jebulnya soale kagak ada) LOL. Tapi yah yang penting ada dulu lah perangkat di tangan ya??? So...
Dengan kekuatan bulan, eomma syantik mau mempersembahkan downloadable perangkat Grade IX Semester 2 Tahun Ajaran 2017/2018. Ada apa aja??? Ada pembagian SK KD, BCO (basic course outline...begaya kaya bu dosen), kemudian Lesson plan KD 7.1-11.2 yang sisanya 11.3, 12.1 dan 12.3 masih dalam angan2.

Ok deh semuahnya silakan sedooot di sinih ye. Perangkat Grade IX.2 shared by Eomma Syantik

Kalau ada salahnya (dan pastiiii buanyak wong itu aalaaa alaaa banget yang penting ada) ehehe. Siakan diperbaiki sendiri. hehe. 

Ok udah malam besok upacara. Mau bobboks dulu eh belum Isya. Yaudah isya dulu...sebelumnya selesain blogging lalu share ke FB dulu. halah. 

Ok, semoga bermanfaat. Happy downloading yes.

Tuesday, November 14, 2017

Ada yang Masih Baper dengan ASIA TEFL (linked to RPP Procedure project Grade IX Sem 1 2016/2017)

Dear eductors,
Eomma cantik lama gag beredar ya di sini? Maafkeun lagi ngurusi buat Buku nih karena janji dengan diri sendiri dan IbundaProf. Suwarsih tahun ini mau nerbitin buku. Alhamdulillah sudah terbit 1 antologi puisi berjudul "Kumpulan Curahan Kalbu: Hati yang Merindu. Lalu hari ini eomma cantik sedang ngurus minta sambutan ke Kadis GK untuk buku kedua. Mohon doaya ya lancar. Aamiin. Jadi maafkeun kalau inih blog jd jarang ditambah POST nya. 

Well, temanya malam ini eomma cantik masih baper sama Asia TEFL. Conference international yang dahsyat di Bulan Juli kemarin yang diadakan di Ambarokma Royal dan Eastparc Hotel. Kebetulan Eomma cantik dapat kesempatan presentasi kan di paralel session (ya iyalah, still long way to go to be plenary speaker). Nah waktu itu Eomma cantik present tentang proyek MOM atau my own movie nya anak kelas IX di semester 1 waktu itu. Mereka membuat makanan lokal dari produk lokal seperti gethuk, bala-bala, dsb. 

Untuk RPPnya  ada di sini RPP Procedure Project. Nah di postingan kali ini, eomma syantik inih mau share power point presentationnya. Silakan klik di sinih Power Point for ASIA TEFL

Ok, selamat menikmati semuahnya. Sekarang eomma cantik mau lanjut di garapan lainnya..
Semoga manfaat ya. Aamiin.


Sunday, October 8, 2017

Kembali berbagi RPP Chapter 2 dan 3 Kelas 7 (K13)


Dear educators,

Kemarin Sabtu, 7 Oktober 2017 si eomma cantik sedang dapat kesempatan didampingi oleh Bapak pengawas Inggris paling TOP di GK. 

Karena beliau sangat keren di dunia per RPP nan hehe, eomma syantik berusaha utk tdk mengecewakan. Alhasil, sebelum didampingi saya siapkan RPP Chapter 2. Sy emailkan ke beliau dan mendapat beberapa saran yang Ok banget. Tapi belum sy perbaiki. Namun, notes dari pengawas sudah ada di sini. Silakan klik RPP Chapter 2 by Laily Amin F

Eh,, pas mau ON ternyata ada sesuatu hal yang membuat eomma syantik harus move on ke chapter berikutnya. Karena inyong termasuk yang tdk administrative addict ya karena ON nya Sabtu maka saya bikin di hari Jumat. Wkwkwk. Berikut ini satu folder komplit perangkat ON saya, dari video, PPt, Video, RPP dan worksheet. Mangga diklik di sini saja. Chapter 3 by Laily Amin F 
Tapi masih ada beberapa catatan dr RPP itu semua. Semoga tetep bisa bermanfaat bagi teman educators semua 

Ok mangga dirahabi. Saya lanjut momong. 
Ini KDH skrg bobo nya aduhaiii malaaam terus.

Annyeong
 

Thursday, September 14, 2017

Day 3 Kisah Kita di Pulau Dewata (bonus PPt Proyek CERDIGnya Eomma Cantik)

Dear educators,

Ini episode lanjutan kisah di Pulau Bali masih rangkaian INOBEL 2017. Day 2 kemarin adalah display dan presentasi. Nah di Day 3 presentasi pun berlanjut. Semuanya menanti giliran sambi galau-galau Bandung. Oh iya kemarin lupa tidak share presentationnya eomma cantik yah. Silakan klik di sini PPt Proyek CERDIG Final INOBEL 2017 di Bali.

Ok, akhirnya sebelum dhuhur 34 peserta menyajikan inovasi mereka. Semua kerens2. Banyak yang dari Bahasa Inggris antara lain media MPO JALI, Simple Spinner, pictory, mandi kardus, cartono, vibermixo?, treasure kuartet, Grants, Vlog, lalu apa lagi ya? Banyak bangets...yang IPS ada wayang hidrologis yang cethar, lalu melawan petruk dan gareng, wayang toserba. Ada jugag yang anti mainstream menulis Bahasa Indonesia dengan bantuan setan jenius...semuanya inspiring.

Setelah sesi presentasi/wawancara selesai, kami pun membuat adegan photo session dengan para yuri dan dengan peserta IPSPB lainnya seperti di atas. Adegan minta tanda tangan yuri pun terjadi. 

Ini photo eomma cantik dengan Miss Eva dari UNJ (udah maksa dimanis-manisin tetep isih kalah. LOL) She is an amazing lecturer pertanyaannya cethar2. Sukakkk deh sama Ibu nya. Lalu yang dari Inggris adalagi Ibu yang sangat baik inih...
ada yang kenal??? pasti banyak yang kenal beliau. Ya beliau adalah Dr. Wachidah dari UNJ. She is so kind. Love2 deh. hehe.

Well, after bergaya di photo session dengan berbagai adegan. Kami pun sepakat mau memanfaatkan waktu jalan-jalan dengan jalan2 bersama. Alhasil pesan bus dan kami cusss jalan2 melepas stress dan menikmati keindahan pulau Dewata. Di bus ada yang nyanyi2 dari lagu jadoel sampai Panturanan...semua nya seem very happy dan sangat menikmati. 
karena asyik ngobrol ngibril dan nyanyi...akhirnya perjalanan ke Pantai Pandhawa sangatlah cefat.
Di Pandhawa ngapain???? photo2. hahaha. Tapi first destination cari sun glasses karena kelupaan ga bawa. aigoo. Dan bodohnya beli 1 sunglasses harganya ngga pakai nawar 40 ribu dan 50 ribu padahal di Jogjes itu cuma 15 ribuan. LOL. ngga papa lah rasa Bali. Eee..ada teman yang lebih sabar muter ke toko lain dapat 20 rebu. Oalah sodakohh lek. 

well, go on. Nih sekarang pemotretannya ya. Maaf sekalian nitip simpen photo. ahihii.
Oh...I like beaches much. 
Setelah adegan potoh2 puas...we moved to Ulu Watu. Ini nih ada Mas Jumadi nyuruh kita lepas segala atribut karena takut diambil monyet. Ternyata monyetnya lagi pada presentasi atau display kalik jadi ngga seheboh yang kubayangkan. 

Di uluwatu rencananya mau nungguin sunset, tapii gag jadi. so sukses motret2 dan menikmati pemandangan aja.

Wah pokoknya ngga nyesel ikut INOBEL. Hobby jalan2 dan fotoh2nya tersalurkan disamping kulakan ilmu tentunya. hehe.

Setelah menunggu dan menanti teman2 ngumpul, bus langsung take off ke Krisna untuk beli oleh2. Di sinilah mulai pada kalap. Eomma cantik sampai jadi penghuni terakhir masuk bus plus mbakyuku sik lagi asik belanja. LOL. Dan dengan menenteng plastik besar2 kami menuju bus dan kembali ke Mercure Hotel. We were very exhausted but totally happy that time.

Pengendh dolan maning, hhehe. So, teman2 educators yang sukak jalan2 ayoo mulai nulis dari sekarang. Ternyata tulisan itu bisa jadi tiket jalan2 lho. Enak kan???

Wah sudah jam 00.26. Rencana tadi mau lembur bikin apa jadinya malah blogging. Ok sekian dulu ya temans, Besok pagi eomma cantik harus mendaki gunung menuju wonosari jadi ya harus segera bobo...

Oopps...ada yang kelupaan. Hari ini 14 September 2017 Eomma cantik mau launching nama baru blog inih, tidak lagi pake blogspots..so just type www.lailyenglish.com. Thank you for somebody who provoked me to do so. Finally I've made it. Nuwun nggih Kangmas.

Ok, selamat istirahat semuanya.
Salam syantik dari Eomma cantik




Perjuangan 5 Besar: Calon Duta Teknologi DIY 2024

  Halo Educators Hebad,  Maafkan saya yang lama tidak menyapa. Beberapa hari ini alhamdulillah kembali bergulat dengan waktu dan sat set men...